Majas Paradoks, BidangStudi.Com – Jika hanya ada satu cara untuk mengungkapkan sesuatu, mungkin buku tidak akan menjadi primadona bagi banyak orang.

Oleh karena itu, banyak penulis mencoba menggunakan majas atau bahasa kiasan untuk meninggalkan kesan yang berbeda bagi para pembaca.

Salah satu majas yang cukup sering digunakan adalah majas paradoks.

Ada beberapa alasan mendasar yang membuat para penulis memilih majas ini.

Pengertian Majas Paradoks

Terdapat beberapa definisi untuk istilah paradoks yang digunakan untuk menggambarkan majas ini.

Akar kata paradoks berasal dari Yunani. Dalam kata asalnya, paradoks memiliki arti “pendapat yang berlawanan”.

Dengan kata lain, paradoks mendeskripsikan pendapat yang bertentangan.

Apabila mencari dalam KBBI, maka arti yang akan didapatkan adalah dua pernyataan yang seolah olah berlawanan namun menunjuk pada satu makna.

Jika ditarik benang merah, maka majas paradoks akan mencakup simbol atau istilah yang terkesan bertentangan satu dengan yang lain.

Dalam ilmu bahasa, majas paradoks lebih dikenal sebagai salah satu jenis majas pertentangan.

Beberapa anggota lain dari majas ini adalah sinisme, hiperbola, litotes dan ironi.

Ciri-ciri Majas Paradoks

Meskipun terlihat serupa, namun jenis jenis majas pertentangan memiliki ciri khas masing-masing.

Untuk majas paradoks, terdapat dua poin yang memisahkannya dari jenis majas pertentangan yang lain.

  1. Dua konteks berbeda dalam satu kalimat

Seperti yang tercantum dalam deskripsinya, majas paradoks memiliki dua komponen yang berlawanan.

Jika hanya membaca deskripsi tulisan, mungkin agak sulit untuk mengkategorikan sebuah kalimat ke dalam majas paradoks.

Ambil kalimat berikut sebagai contoh: cuaca boleh panas, namun pikiran harus tetap dingin.

Dalam kalimat ini, terdapat dua kata yang bertentangan tentunya tidak memenuhi kriteria kalimat pararel, yakni panas dan dingin.

  1. Dua konteks berbeda mengarah pada satu kebenaran

Untuk dapat membentuk sebuah kalimat dengan menggunakan majas paradoks, tidak berarti bahwa si penulis hanya perlu memasangkan dua kata yang memiliki arti bertentangan.

Syarat selanjutnya yang diperlukan adalah keselarasan kombinasi kata untuk menunjuk satu arti kebenaran yang sama.

Contoh yang dapat diambil ada dalam kalimat “merasa kesepian di tengah keramaian kota”. Dua kata yang bertentangan adalah kesepian dan keramaian.

Meski sekilas kedua kata tersebut tidak saling mendukung, namun ada satu arti yang bisa diambil.

Berada di tengah keramaian kota tidak serta merta membuat semua orang merasa memiliki teman.

Tujuan Penggunaan Majas Paradoks

Pada umumnya, majas paradoks digunakan untuk mengutarakan opini terhadap sesuatu yang tidak disukai.

Pilihan ini adalah cara halus untuk menegur lawan bicara tanpa memberikan kesan lancang.

Karena itulah, gaya bahasa ini kebanyakan dijumpai pada media cetak seperti tabloid, majalah dan koran.

Selain itu, majas paradoks juga umum digunakan untuk menyatakan argumen.

Dengan menambahkan majas ini, si penulis atau pembicara akan memberikan kesan dramatis bagi para pembaca atau pendengarnya.

Contoh Majas Paradoks

Untuk dapat menulis dengan majas paradoks, hal yang perlu dilakukan para penulis adalah berlatih membuat majas paradoks yang baik dan benar. Bagaimana caranya?

Kombinasikan dua kata bertentangan agar bisa menggambarkan satu kebenaran.

Untuk lebih jelasnya, coba pelajari contoh contoh majas paradoks yang ada.

Contoh 1

  • Para pejabat masih saja berebut kenikmatan dunia, tak peduli nasib rakyat yang sedang dilanda kesengsaraan.

Padanan kata dalam kalimat ini adalah kenikmatan dan kesengsaraan.

Kesan yang ingin ditekankan si penulis adalah kesenjangan sosial yang terjadi antara pejabat yang kaya raya dan rakyat jelata yang hidup di bawah garis kemiskinan.

  • Kecantikan wajah wanita itu menutupi keburukan hatinya.

Kata kecantikan dan keburukan digunakan untuk mendefinisikan seorang wanita.

Meskipun keduanya memiliki arti berlawanan, namun keduanya mengarah pada fakta yang terjadi.

“Wanita” dalam kalimat ini berparas elok, namun tidak seimbang dengan sifat atau perilaku buruknya.

Berdasarkan kenyataan inilah si penulis menggunakan majas paradoks.

  • Pak Arlan suka rumah yang bersih, namun sering meninggalkan piring kotor.

Fakta dalam kalimat ini adalah kebiasaan pak Arlan yang sering meletakkan piring kotor di area rumahnya, padahal beliau ingin rumah tersebut selalu bersih.

Agar dapat merangkum hal ini dengan baik, si penulis mengambil dua kata yang bertentangan: kotor dan bersih.

  • Enggar sudah sangat lama menantikan kedatangan Rini, sayangnya pertemuan mereka sangat singkat.

Detail yang perlu dicerna oleh para pembaca adalah sangat lama dan sangat singkat.

Dalam kalimat sederhana, kata “sangat lama” biasanya dipadankan dengan akibat dari penantian tersebut.

Namun, si penulis memasangkannya dengan “sangat singkat” untuk memberitakan bahwa ada kejadian yang bertolak belakang dalam kalimat tersebut.

  • Kemajuan teknologi menjadi salah satu penyebab kemunduran moral pada generasi muda.

Hal yang ingin ditekankan si penulis atau si pembicara adalah bagaimana perkembangan teknologi berbanding terbalik dengan pertumbuhan moral kaum muda.

Dengan membentuk kalimat yang mengandung majas paradoks, si penulis ingin menyampaikan satu fakta yang sekilas terlihat tidak berhubungan sama sekali.

Contoh 2

  • Anak yang dikenal malas belajar di kelas sering terlihat rajin sholat ke masjid.

Ketika membaca kalimat ini, para pembaca akan melihat satu kesimpulan berbeda tentang si anak yang dideskripsikan.

Mungkin awalnya mereka memandang rendah si anak karena deskripsi “malas belajar”.

Namun hal itu berubah ketika si penulis menjelaskan bahwa si anak ternyata “rajin beribadah”.

  • Arini memang terkenal jujur, tapi karena itulah ia sering dibohongi oleh teman-temannya.

Kata “jujur” dan “bohong” memiliki kata yang berlawanan.

Dengan adanya kedua kata tersebut dalam satu kalimat, bukan berarti bahwa kalimat tersebut tidak memiliki makna.

Para pembaca pun dapat menyimpulkan bahwa kejujuran Arini sering dimanfaatkan oleh teman-temannya yang suka berbohong.

  • Dini selalu ingat ulang tahun pernikahannya, namun ia lupa merayakannya bersama sang suami.

Dalam kalimat ini, benturan kata “ingat” dan “lupa” memberikan arti yang berbeda.

Fakta yang ingin digambarkan adalah kebiasaan Dini yang hanya mengingat tanggal ulang tahun pernikahannya saja tanpa memikirkan perayaan bersama suami.

Kesimpulan

Majas Paradox adalah salah satu bentuk ragam bahasa yang umumnya digunakan untuk menggambarkan sesuatu dengan cara berbeda.

Yang membuat majas ini spesial adalah kiasan yang digunakan.

Kiasan ini mengambil sesuatu yang tidak berhubungan secara langsung dengan objek yang didiskusikan.

Tertarik mencoba? Gunakan acuan diatas untuk membuat majas paradox yang tepat.


rujukan: litcharts¹, DosenBahasa²

Bagikan ke Teman Kamu!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here