Rumus Gerak Lurus Beraturan, BidangStudi.Com Kali ini kita akan memepelajari tentang gerak. Dimulai dengan pengertian tiap-tiap gerak hingga rumus-rumus gerak.

Diantaranya adalah gerak lurus beraturan, apa itu? Yuk simak penjelasan berikut:

Dalam ilmu fisika, ada banyak sekali hal yang bisa dihitung, termasuk kegiatan-kegiatan yang kita lakukan setiap harinya.

Salah satu kegiatan sehari-hari tersebut adalah ketika kita melakukan pergerakan dalam sebuah lintasan lurus dengan kecepatan yang selalu sama.

Hal ini dalam ilmu fisika disebut dengan gerak lurus beraturan atau GLB.

Pelajari lebih lanjut tentang GLB beserta contoh-contoh penerapan rumusnya melalui ulasan berikut ini: 

Pengertian Gerak Lurus Beraturan (GLB) 

Gerak lurus beraturan atau GLB merupakan salah satu jenis gerak dalam ilmu fisika yang lintasan tempuhnya berupa sebuah garis lurus dan pergerakannya memiliki kecepatan yang konstan atau tetap.

Karena kecepatan tempuhnya yang konstan, maka tidak ada perubahan kecepatan yang terjadi dalam gerak lurus beraturan.

Dengan kata lain, dalam gerak lurus beraturan tidak terjadi percepatan dan atau perlambatan.

Jadi, percepatan atau perlambatan sama dengan nol atau a = 0. 

Ciri-ciri Gerak Lurus Beraturan 

Berdasarkan pengertian di atas, kita lantas dapat menarik kesimpulan tentang ciri-ciri utama gerak lurus beraturan, yaitu:

  • Memiliki kecepatan yang konstan atau sama
  • Lintasan tempuhnya berupa garis yang lurus
  • Percepatan yang dialami benda sama dengan nol

Besaran Fisika dalam Gerak Lurus Beraturan 

Sebelum kita mempelajari rumus-rumus yang dipakai dalam gerak lurus beraturan, kita perlu memahami besaran-besaran fisika yang berperan penting dalam penghitungan gerak lurus beraturan.

Besaran-besaran fisika yang wajib kita ketahui adalah kecepatan (v), jarak (s), dan waktu tempuh (t).

Berikut penjelasan masing-masing besaran fisika tersebut:

1. Kecepatan

Kecepatan (v) merupakan salah satu besaran fisika yang memberitahu kita seberapa cepat suatu benda berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Dalam penghitungan kecepatan, satuan internasional yang dipakai adalah meter per second atau yang disingkat dengan m/s.

Akan tetapi, satuan yang dipakai dalam menghitung kecepatan di Indonesia sedikit berbeda.

Orang-orang di Indonesia lebih sering memakai satuan km/jam atau satauan kilometer per jam.

Berbeda halnya dengan masyarakat di Amerika. Mereka lebih sering memakai satuan mil per jam atau mil/h.

Terlepas dari satuan apa yang dipakai, cara menghitung kecepatan pada dasarnya sama yaitu perkalian jarak tempuh dengan waktu tempuh.

Simbol dari kecepatan sendiri adalah v (dalam huruf kecil).

2. Jarak

Besaran fisika kedua yang perlu diketahui dalam mempelajari gerak lurus beraturan adalah jarak (s).

Jarak menunjukkan seberapa jauh sebuah benda berubah posisi di suatu lintasan tertentu. Sama seperti halnya kecepatan, jarak juga mempunyai satuan internasional.

SI¹ (Satuan Internasional) untuk jarak adalah meter (m).

Di Indonesia, satuan yang lebih sering dipakai untuk jarak adalah kilometer (km), sedangkan di Amerika menggunakan kaki atau mil.

Cara penghitungan jarak adalah dengan mengalikan kecepatan dengan waktu yang ditempuh.

Dalam perhitungan kecepatan, ada sebuah catatan khusus yang perlu diperhatikan, yakni bahwa jarak berbeda dengan perpindahan.

Jarak merupakan angka-angka yang menunjukkan seberapa jauh sebuah beda berubah posisi yang didapat dengan cara mengukur lintasan yang dilalui benda tersebut.

Sedangkan perpindahan merupakan angka-angka yang menunjukkan seberapa jauh sebuah benda berubah posisinya tapi dengan mengabaikan panjang lintasan yang benda tersebut lalui.

3. Waktu/Waktu Tempuh

Besaran fisika terakhir yang perlu diketahui ketika mempelajari gerakan lurus beraturan adalah waktu tempuh (t).

Waktu tempuh yang mempunyai simbol ‘t’ (dalam huruf kecil) ini merupakan waktu yang diperlukan oleh sebuah benda untuk melakukan perpindahan dari sebuah posisi ke posisi yang lain dalam sebuah kecepatan tertentu.

Waktu tempuh memiliki satuan international second (s). Cara perhitungan waktu tempuh adalah dengan membagi jarak dengan kecepatan.

Mempelajari Rumus Gerak Lurus Beraturan 

Setelah kita mengetahui besaran-besaran fisika di atas, kita tentu akan menjadi lebih mudah dalam mempelajari rumus gerak lurus beraturan.

Semua rumus-rumus gerak lurus beraturan berikut mengandung besaran-besaran fisika di atas dimana ‘v’ sebagai kecepatan dengan satuan m/s, ‘s’ sebagai jarak dengan satuan m, dan ‘t’ sebgai waktu dengan satuan s.

Rumus gerak lurus beraturan yang pertama adalah untuk penghitungan kecepatan (v):

Gambar Foto Rumus Gerak Lurus Beraturan Menghitung Percepatan Yang kedua adalah penghitungan jarak dengan rumus sebagai berikut:

Gambar Foto Rumus Gerak Lurus Beraturan Cara Menghitung Jarak

Dan yang terakhir adalah rumus penghitungan waktu tempuh yang diperoleh dengan rumus:

Gambar Foto Rumus Gerak Lurus Beraturan Cara Menghitung Waktu TempuhContoh Pemakaian Rumus Gerak Lurus Beraturan 

Ketiga rumus di atas tidaklah sulit untuk dipahami, terlebih lagi ketika kita telah memahami hukum kali silang.

Dengan memamahi cara kali silang dalam matematika, kita sebenarnya cukup memahami satu rumus di atas saja dan secara otomatis mengetahui cara mencari nilai dari setiap elemen rumus tersebut.

Untuk memperjelas penggunaan rumus gerak lurus beraturan di atas, berikut beberapa contoh soal untuk penerapan rumus-rumus di atas dalam kegiatan sehari-hari:

  1. Sebuah sepeda motor bergerak dari Kota M ke kota N selama 60 menit. Jarak dari kota M ke kota N adalah 60 km. Berapakah kelajuan sepeda motor tersebut?

Diketahui: 

Waktu (t) = 60 menit = 3600 sekon

Jarak (s) = 60 km = 60.000 meter

Jawab:

Gambar Foto Contoh Soal Gerak Lurus Beraturan Mencari KelajuanDual Nol disetiap jumlah jarak dan Waktu dihilangkan guna mempermudah pembagian.

Sehingga menjadi 600m dibagi 36s = 16,6666…m/s. Dibulatkan menjadi 16,67 m/s

Jadi, kelajuan sepeda motor tersebut adalah 16,67 m/s.

  1. Seorang pelari sprint memiliki kelajuan sebesar 9 m/s. Berapakah jarak yang dapat ditempuh pelari tersebut dalam 12 sekon?

Diketahui: 

Kelajuan (v) = 9 m/s

Waktu (t) = 12 s

Jawab: 

Karena yang telah diketahui adalah Kelajuan dan Waktunya, maka rumusnya menjadi:

s = v x t

= 9 x 12

= 118 m

Jadi, jarak yang dapat ditempuh pelari tersebut adalah 118 m.

Kesimpulan

Dalam mempelajari gerak lurus beraturan, hal-hal yang perlu dipelajari tidak terbatas pada rumus-rumusnya saja.

Kita perlu juga mengetahui ciri-ciri dari gerak lurus beraturan tersebut agar penggunaan rumusnya bisa tepat.

Selain itu, kita juga perlu mengetahui besaran-besaran fisika yang terkait dengan gerak lurus beraturan.


Bagikan ke Teman Kamu!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here